Masjid Agung Baitul Mukminin

Diskripsi

Masjid Agung Baitul Mukminin, atau sebagian warga kota santri ini menyebutnya sebagai masjid jamik Jombang, terletak di pusat kota Jombang yaitu tepat di sebelah barat alun-alun. Sementara di sisi timur alun-alun terletak pendopo kabupaten Jombang dan stasiun kereta api Kota Jombang di sebelah sisi selatan alun-alun. Hal yang hampir sama bisa kita jumpai pada beberapa kota di pulau Jawa dimana masjid terletak di sebelah barat alun-alun misalnya di Yogyakarta atau di Jember, dan di sisi lain alun-alun terletak pendopo/istana sebagai pusat pemerintahan daerah disana.

Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang yang kita lihat saat ini merupakan hasil renovasi total dari bangunan masjid yang lama, dimana acara pemancangan tiang pembangunan masjid agung Baitul Mukminin dilaksanakan oleh Drs. H. Suyanto MMA, bupati Jombang saat itu pada tanggal 24 Februari 2010 yang ditandai dengan memecahkan kendi pada tiang pancang. Sedangkan peresmian masjid dilaksanakan oleh Wakapolda Jatim saat itu bpk Edy Sumantri pada tanggal 27 Oktober 2012.Dengan renovasi ini maka masjid jamik Jombang memiliki dua lantai, jauh lebih luas sehingga lebih banyak menampung jamaah saat beribadah.

Secara arsitektur masjid Agung Baitul Mukminin Jombang merupakan perpaduan unsur budaya arab dan budaya jawa, dimana bentuk menara dan ornamen dekoratif seperti krawangan masjid, ukiran kaca patri bermotif geometris khas islami dipadukan dengan bentuk atap limas susun tiga khas jawa seperti atap masjid Agung Demak yang konon dibangun oleh Walisongo para penyebar agama Islam di pulau Jawa. Keberadaan bedug penanda waktu adzan juga menjadi ciri utama masjid-masjid yang berada di nusantara.